Perangkat Framing Dalam Berita

Dalam pendekatan model Pan dan Kosicki ini, perangkat framing terbagi kedalam empat struktur besar :

1). Sintaksis :

Penyusunan peristiwa oleh wartawan kedalam bentuk susunan umum berita (sintaksis), yang terdiri dari :

  • Headline (judul berita)
  • Lead (paragraf pembuka) : lead yang baik umumnya memberikan sudut pandang dari berita, menunjukan perspektif tertentu dari peristiwa yang diberitakan.
  • Latar informasi : latar yang dipilih menentukan ke arah mana pandangan khalayak akan dibawa. Latar umumnya ditampilkan diawal sebelum pendapat wartawan yang sebenarnya muncul dengan maksud mempengaruhi dan memberi kesan bahwa pendapat wartawan sangat beralasan. Karena itu latar membantu menyelidiki bagaimana seseorang memberi pemaknaan atas suatu peristiwa.
  • Kutipan narasumber : bagian ini dalam penulisan berita dimaksudkan untuk membangun objektivitas – prinsip keseimbangan dan tidak memihak. Ia juga merupakan bagian berita yang menekankan bahwa apa yang ditulis oleh wartawan bukan pendapat wartawan semata, melainkan pendapat dari orang yang mempunyai otoritas tertentu. Pengutipan sumber ini, menjadi perangkat framing atas tiga hal. Pertama, mengklaim validitas atau kebenaran dari pernyataan yang dibuat dengan mendasarkan diri pada klaim otoritas akademik. Kedua, menghubungkan poin tertentu dari pandangannya kepada pejabat yang berwenang. Ketiga, mengecilkan pendapat atau pandangan tertentu yang dihubungkan dengan kutipan atau pandangan mayoritas sehingga pandangan tersebut tampak sebagai menyimpang.
  • Pernyataan

2) Skrip

Skrip adalah salah satu strategi wartawan dalam mengkonstruksi berita, bagaimana sesuatu peristiwa disusun dengan cara tertentu dengan menyusun bagian-bagian dengan urutan tertentu. Skrip memberikan tekanan mana yang didahulukan, dan bagian mana yang bisa kemudian sebagai strategi untuk menyembunyikan informasi penting. Bentuk umum dari stuktur skrip ini adalah pola 5 W + 1 H (what, when, where, where, who dan how), yang pada Bab II penulis sebut sebagai elemen berita.

3) Tematik

Stuktur tematik dapat diamati dari bagaimana peristiwa itu diungakapkan atau dibuat oleh wartawan. Ada beberapa elemen yang dapat diamati dari perangkat tematik, dianataranya adalah koherensi (pertalian atau jalinan antarkata), proposisi (kalimat). Dua buah kalimat atau proposisi yang menggambarkan fakta yang berbeda dapat dihubungkan dengan menggunakan koherensi. Sehingga fakta yang tidak berhubungan sekalipun dapat menjadi berhubungan ketika seseorang menghubungkannya. Ada beberapa macam koherensi. Pertama, koherensi sebab akibat. Kedua, koherensi penjelas. Ketiga, koherensi pembeda.

4) Retoris

Stuktur retoris dalam berita menggambarkan pilihan gaya atau kata yang dipilih oleh wartawan untuk menekankan arti yang ingin ditonjolkan. Ada beberapa elemen stuktur retoris yang dipakai, yang paling penting adalah leksikon, pemilihan dan pemakaian kata-kata tertentu untuk menandai atau menggambarkan peristiwa. Selain lewat kata, penekanan juga dapat dilakukan dengan menggunakan unsur grafis (huruf tebal, huruf miring, garis bawah, huruf dengan ukuran besar, foto, grafik, gambar dan tabel). Bagian-bagian yang ditonjolkan ini menekankan kepada khalayak pentingnya bagian tersebut.

Comments are closed.