Definisi dan 6 Elemen Berita

Berita adalah bagian yang tidak terlepaskan dari adanya media massa itu sendiri, secara teoritis, berita adalah suatu pemberitahuan atau cerita yang tepat tentang suatu pikiran atau kenyataan yang menarik perhatian pembaca (M. Lyle Spencer ; 1917). Sedangkan, menurut Mochtar Lubis, berita adalah laporan tentang kejadian yang menarik perhatian umum.

Dalam berita kita kenal dikenalkan dengan istilah 5 W + 1 H, yaitu elemen yang harus ada dalam sebuah berita, diantaranya : 1) what (apa yang terjadi); 2) when (kapan kejadiannya); 3) where (dimana kejadiannya); 4) why (kenapa peristiwa itu bisa terjadi); 5). Who (siapa dibalik berita) dan yang satunya lagi adalah how (bagaimana peristiwa tersebut terjadi).

Kelengkapan elemen berita ini menjadi standar dari idealnya sebuah berita, dan mengarah kepada tujuan supaya informasi dapat diterima secara lengkap oleh khalayak. Selain elemen berita diatas, dalam berita juga ada yang disebut nilai berita, yang seperti dipaparkan oleh Septiawan Santana dalam bukunya Jurnalisme Kontemporer, nilai berita tersebut terdiri dari : Immediacy (timeless), mempunyai nilai kebaruan dan lebih menekankan kapada unsur waktu; Proximity, yakni kedekatan peristiwa dengan khalayak/pembaca; Consequence, yakni memiliki nilai konsekuensi atau berita yang mengubah kehidupan pembaca; Conflict, yakni mengandung unsur pertentangan; Oddity, yakni berita menyampaikan peristiwa yang tidak biasa terjadi; Sex, mengandung unsur seks; Emotion, mengandunng nilai human interest; Prominence, yakni nilai keterkenalan, bisa manusia, tempat ataupun mengenai benda; Suspense, yakni sesuatu yang ditunggu-tunggu khalayak; dan Progress, yakni perkembangan yang ditunggu masyarakat terutama dari berita sebelumnya.

Ada sebuah ungkapan yang menyatakan : “Berita harus berdasarkan fakta dan tidak semua fakta adalah berita.” Dari ungkapan tersebut nyata bahwa berita itu haruslah bertitik tolak dari sebuah fakta, karena sebagai konsumsi publik, berita tentunya akan menimbulkan pengaruh terhadap para pembacanya dan pengaruh atau efek bagi pembaca itu haruslah tetap dijaga dan di bawa dari sebuah hal yang benar-benar nyata, bukan desas-desus maupun perkiraan semata baik dari penulis berita itu sendiri, maupun redaksi media yang bersangkutan. Pada intinya, berita merupakan penyampaian fakta kepada khalayak, dimana fakta tersebut memang layak dan mesti diketahui khalayak luas. Kemudian yang harus digaris bawahi adalah fakta yang seperti apa yang dimaksud? Jika kita beranjak dari paham konstruksionisme, maka fakta yang dimaksud adalah hasil konstruksi dari pembuat berita. Namun, walaupun fakta itu adalah hasil konstruksi dan arahan dari wartawan atau pembuat berita, tinggal kita menilai elemen ataupun nilai yang disampaikan atau dituangkan dalam berita.

Comments are closed.