Analisis Framing Sebuah Berita

Berita dalam definisi yang diajukan M. Lyle Spencer merupakan suatu pemberitahuan atau cerita yang tepat tentang suatu pikiran atau kenyataan yang menarik perhatian pembaca. Sedangkan menurut kaum konstruksionis berita tidaklah mungkin bersifat objektif, ataupun merepresentasikan fakta secara tepat. Seperti yang ditulis oleh Eriyanto dalam bukunya Analisis Framing (2002), kaum kontruksionis memandang bahwa berita tidak mungkin cermin dari refleksi dari realitas. Karena berita yang terbentuk merupakan konstruksi atas realitas.

Kontruksi dalam sebuah berita dilakukan oleh wartawan dan atau produsen berita, hal ini memungkinkan bilamana kita meyakini bahwa wartawan ketika berada ditengah sebuah fakta/peristiwa dia memiliki sudut pandang dan penilaian pertama yang dilatarbelakangi oleh banyak hal, baik yang berasal dari dalam diri wartawan maupun dari luar diri wartawan.

Pembingkaian atas realitas dalam berita bisa dilihat dalam beberapa stuktur dalam berita yakni sintaksis, skrip, tematik dan retoris.

Seperti yang ditulis oleh Eriyanto (2002), Stuktur sintaksis menekankan pada skema umum sebuah berita yakni judul, lead, latar informasi, kutipan narasumber dan pernyataan. Kemudian, stuktur skrip merupakan susunan elemen 5 W + 1 H (what, who, when, where, why dan how), mengenai bagaimana elemen tersebut disusun dan atau diurutkan dalam sebuah berita. Lalu, stuktur tematik bagaimana peristiwa itu diungkapkan atau dibuat oleh wartawan, stuktur ini dilihat dari koherensi (pertalian atau jalinan antarkata) dan proposisi (kalimat). Kemudian, stuktur retoris mengenai pilihan gaya atau kata yang dipilih oleh wartawan untuk menekankan arti yang ingin ditonjolkan. Elemen stuktur retoris yang paling penting adalah leksikon, pemilihan dan pemakaian kata-kata tertentu untuk menandai atau menggambarkan peristiwa. Selain lewat kata, penekanan juga dapat dilakukan dengan menggunakan unsur grafis (huruf tebal, huruf miring, garis bawah, huruf dengan ukuran besar, foto, grafik, gambar dan tabel). Bagian-bagian yang ditonjolkan ini menekankan kepada khalayak pentingnya bagian tersebut.

Untuk mengetahui dan membuktikan pembingkaian yang dilakukan wartawan dan media terhadap sebuah isu atau peristiwa, maka diperlukan usaha pemaknaan yang juga melibatkan sisi subjektif peneliti (metode kualitatif).

Analisis framing menjadi pendekatan yang tepat untuk membongkar pembingkaian yang dibuat. Dimana analisis framing adalah pendekatan untuk mengetahui bagaimana perspektif atau cara pandang yang digunakan oleh wartawan ketika menyeleksi isu dan menulis berita.. (Alex Sobur, 2002).

Comments are closed.